Sabtu, 13 Desember 2014

Wisata Musim Dingin di Weinachtsmarkt

Negri Jerman memang merupakan negara yang sekuler alias memisahkan persoalan negara dan agama. Namun di Koln yang terletak di tepian sungai Rhein ini semangat keagamaan masih kental terlihat. Bukan saja dengan banyaknya katedral dan gereja tua di kota ini, tapi juga banyaknya kegiatan dalam rangka menyambut natal di akhir tahun ini. Selain itu, slogan pariwisata Koln dalam Bahasa Jerman juga dengan jelas menamakan kota ini sebagai Das Heilige Koln.

Pusat kota Koln tidak dapat disangkal lagi terletak di sekitar Koln HauptBahnhof alias Stasiun Sentral Koln. Secara kebetulan stasiun ini juga letaknya berdampingan dengan Koln Dom, yang merupakan salah satu katedral terbesar di Jerman. Katedral berarsitektur Gotik ini mulai dibangun pada pertengahan abad ke 13 dan sejak 1996 lalu telah masuk dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO. Pengembaraan saya di senja yang dingin di awal Desember dimulai di sekitar Koln HauptBahnhof dan juga Koln Dom ini. Walaupun udara sangat tidak bersahabat, namun suasana tetap terasa hangat dengan ramainya orang yang selalu lalu lalang di plaza terbuka di antara kedua bangunan ikon kota Koln ini.

Saya terus berjalan mengeliling katedral yang megah ini, melewati Museum Ludwig dan juga Gedung Koln Philharmonie untuk kemudian sampai di tepian sungan Rhein dengan pemandangan latar belakang Jembatan Hohenzollern yang membentang megah berhiaskan lampu yang gemerlap. Karena udara kian dingin dan sepi akhrnya saya memutuskan untuk kembali ke arah Dom dan kemudian sampai di sebuah plaza terbuka yang berhiaskan ribuan lampu dan di bawahnya nampak puluhan gerai khas yang juga berhiaskan ribuan lampu warna-warni. Di depannya terdapat sebuah pintu gerbang bertuliskan Weinachtsmarkt alias Pasar Natal. Ditempat ini suasana terasa sangat hangat karena pengunjungnya sangat padat dan ramai.

Saya berjalanan di antara kerumunan orang ramai sambil melihat-lihat berbagai jenis gerai yang menjual bermacam-macam jenis makanan tradisional Jerman. Selain roti, steak, coklat, ada juga minuman khas Koln yaitu Gluhwein. Berbagai jenis pernak-pernik natal dan cendramata juga dapat dibeli di pasar dadakan yang hanya ada di bulan Desember menjelang Natal ini. Pasar natal ini juga makin meriah dengan adanya panggung hiburan dimana dapat kita nikmati lagu;lagu rakyat Jermn yang bernuansa natal maupun pop. Suasana kian hangat dengan tepukan meriah dan tarian penonton yang menghangatkan tubuh dengan minuman Gluhwein.

Yang paling menghangatkan tubuh adalah gerai yang menjajakan berbagai jenis daging panggang yang ditusuk bagaikan sate raksasa, Berbagai jenis daging di gantung untuk menarik pembeli dan panggangannya yang besar terlihat hangat menggoda. Warna merah bara api yang terang dan panas membuat udara dingin tidak terasa lagi. Saya kemudian melanjutkan perjalanan ke sekitar pertokoan di dekat Koln Dom. Salah satu tempat yang menarik adalah toko yang menjual wewangian yang mnejadi trade mark kota Koln yaitu Eau de Cologne 4711. Weinachtsmarkt ternyata bukan hanya ada di Koln. Keesokan harinya saya sempatkan melanjutkan perjalanan ke Bonn. Kota yang pernah menjadi ibukota Bundes Republik Deutschland sewaktu negri Jerman masih terbelah dua dan letaknya hanya sekitar 30 menit perjalanan dari Koln Haupt Bahnhof.

Dengan kereta MRB 26, perjalanan menuju Koln dimulai. Kereta ini mampir di 6 stasiun sebelum “mendarat” di Koln HauptBahnhof yang terletak di pusat kota Bonn. Saya berjalan kaki melalui jalan yang diperuntukan khusus bagi pejalan kaki. Di kanan kirinya, berderet toko besar dan kecil yang menandakan bahwa tempat ini menjadi salah satu pusat keramaian di Bonn. Setelah berjalan sekitar 5 menit, saya pun sampai di sebuah lapangan terbuka yang juga dijadikan Weinachmarkt mirip dengan yang ada di Koln. Kali ini, pasar tradisional ini juga dilengkapi dengan hiburan berupa bianglala kecil yang terus berputar. Di sekitarnya berderet gerai-gerai yang menjual berbagai jenis makanan dan souvenir.

Ada sebuah gerai yang memamerkan berbagai jenis sweater dan pakaian dingin yang terlihat sangat menarik dengan warna warni dan motif disain yang khas. Saya sempat berbincang-boncang dengan penjualnya, seorang wanita berumur 50 tahunan yang dengan bangga menceritakan bahwa barang dagangannya ternyata berasal dari Amerika Latin, alias dirajut dengan tanagan dari Peru. Tidak mengherankan kalau harganya cukup menggigit karena selembar sweater dipatok sekitar 150 Euro.

Setiap musim natal tiba, masyarakat di Jerman punya tradisi sendiri dalam menyambutnya. Di kota-kota besar maupun kecil, biasanya diadakan pasar musiman yang menjual barang-barang perlengkapan natal. Pasar ini disebut Weihnachtsmarkt. Pasar yang biasanya digelar di alun-alun atau tempat terbuka ini biasanya mulai dibuka saat memasuki masa Advent. Seluruh sudut pasar penuh gemerlap dihiasi dengan aneka dekorasi natal yang meriah, seperti lampu-lampu, hiasan kelahiran Kristus, dan pastinya pohon natal. Beberapa barang khas yang dijual di pasar ini di antaranya adalah boneka pengupas kacang, kue jahe, serta almond panggang.

Sejumlah pasar natal paling terkenal di Jerman dapat ditemui di kota-kota seperti Dresden, Frankfurt, Nuremberg, Augsburg, dan Stuttgart. Negara-negara tetangga Jerman pun memiliki tradisi pasar natal yang mirip, seperti Austria dan Perancis. Konsep pasar natal Jerman bahkan juga populer di Amerika Utara. Keindahan dan kemeriahannya membuat orang-orang semakin bersemangat untuk menyambut natal. Jika Anda mampir ke Koln atau Bonn jangan lupa berkunjung ke Weinachtsmark!

Indahnya Pelangi di Air Terjun Coban Pelangi

Air terjun atau coban dalam penyebutan masyarakat di Malang Raya (Kab. Malang, Kota Malang, dan Kota Batu) merupakan atraksi wisata alam yang tak akan pernah habis di wilayah ini. Geografisnya yang dikelilingi gunung dan pegunungan menyediakan banyak air terjun dengan kekhasannya masing-masing, dari yang dikelola dengan baik hingga tanpa pengelolaan sama sekali. Di antaranya telah menjadi ikon dan andalan wisata penyumbang pendapatan daerah, seperti Coban Rondo, Coban Talun, dll.

Anda tentu bisa menebak mengapa kata “pelangi” disematkan sebagai identitas air terjun tersebut, yup..di sini pengunjung dapat menyaksikan pelangi dari cahaya matahari yang terbias pada butiran embun. Dasar Sungai Amprong yang tiba-tiba “patah” akibat perbedaan resistensi batuannya terhadap erosi mengakibatkan puluhan meter kubik air, terjun bebas dari ketinggian seratusan meter. Air yang terhempas dari ketinggian tak henti-hentinya menyediakan embun untuk membiaskan cahaya matahari yang datang. Tentunya untuk dapat menyaksikan pelangi tersebut, anda harus datang ketika cahaya matahari tepat menerobos ke dasar air terjun secara langsung.

Terletak 30 km di timur Kota Malang, gerbang masuk Coban Pelangi dapat anda temui di tepi jalan yang sama menuju kawasan wisata Gunung Bromo via Malang. Jalan yang juga menjadi akses bagi para pendaki Gunung Semeru untuk mencapai titik awal pendakian, Desa Ranupani. Coban Pelangi masuk dalam wilayah administratif Desa Gubukklakah, Kec. Poncokusumo, Kab. Malang dan dikelola oleh Perum Perhutani. Lokasinya berbatasan langsung dengan wilayah TN. Bromo Tengger Semeru, tak heran bila nuasa alami hutan dan jernihnya air sungai masih sangat terjaga.

Selepas membayar tiket masuk, anda tidak lantas disuguhkan pemandangan puluhan meter kubik air yang terjun bebas, perlu usaha lebih untuk mencapai lokasi air terjun. Menyusuri jalan tanah yang cukup lebar, dengan naungan kanopi pepohonan besar, anda akan dituntun menuruni lembah hingga bertemu hulu Sungai Amprong yang berair jernih. Tak cukup sampai di situ, masih ada beberapa puluh meter menyusur ke arah hulu. Sangat penting untuk memperhatikan kemampuan fisik anda sebelum memutuskan menyambangi lokasi air terjun ini. Jalan setapak yang belum diperkeras, dapat menjadi tantangan atau masalah ketika basah di musim penghujan.

Sebuah harga yang pantas untuk menebus semua pemandangan indah selama berada di obyek wisata ini. Bersih dan rapi, itulah kesan yang mungkin ingin diberikan oleh pengelola. Jalan setapak yang belum diperkeras dengan barisan tanaman hias di tepinya mampu mengalihkan keletihan pengunjung. Bak sampah tersedia setiap sekian puluh meter, sehingga tak ada alasan bagi pengunjung untuk membuang sampah sembarangan. Tidak perlu khawatir pula mengenai fasilitas penunjang lainnya; kamar mandi, mushola, dan beberapa warung tersedia di beberapa titik, lagi-lagi dalam keadaan bersih dan rapi.

Di ujung sebuah tikungan sedikit menanjak, dan dikelilingi oleh tebing sungai yang menghijau oleh lumut dan tanaman penempel, sebuah kolom air berdiri dengan gagahnya. Gemericik riak air Sungai Amprong seketika digantikan oleh gemuruh suara terjunan air. Itulah Coban Pelangi yang menjadi tujuan anda. Udara sejuk yang diiringi embun, menerpa lembut setiap wajah lelah para pengunjung, cukup membuat anda lupa bahwa telah berjuang cukup keras untuk mendapatkannya. Tak perlu khawatir dengan akses transportasi ke sana, apalagi bagi anda pengguna kendaraan pribadi. Jalan teraspal mulus hingga gerbang masuk kawasan tersebut, cukup untuk mobil ukuran sedang.

Tingkatkan kewaspadaan Anda beberapa kilometer sebelum tiba, karena jalan (benar-benar) hanya akan cukup untuk satu mobil. Bagi Anda penyuka tantangan, 1,5 kilometer tentu bukan jarak yang jauh, terlebih pemandangan desa dengan kebun apel dan sayurnya selalu siap mengiringi langkah anda. Perjalanan menggunakan angkutan umum dapat Anda mulai dari Terminal Arjosari Kota Malang menuju kota kecamatan Tumpang dengan angkot putih kode TA, dilanjutkan menumpang angkot berwarna biru berkode GTM menuju Desa Gubukklakah.

Membutuhkan keadaan fisik yang sehat dan kuat untuk mencapai air terjun ini, dimana pengunjung akan menemukan keadaan alam yang masih alami dan hijau serta pengalaman yang luar biasa mengagumkan. Hutan yang hijau, pegunungan yang sejuk, kicau burung dan sungai yang jernih adalah hal-hal yang bisa di temukan saat akan menuju Coban Pelangi. Air terjun di Coban Pelangi mengalir dari sebuah tebing dengan ketinggian 30 M. Terdapat sebuah pondok yang di siapkan sebagai fasilitas untuk menikmati keindahan air terjun di Coban Pelangi ini. Bila beruntung, para pengunjung juga bisa menyaksikan pelangi yang terbias dari pucuk-pucuk tebing, dimana menjadi asal mula penamaan coban ini.

Menikmati kesejukan Pantai Menganti, Kebumen

Indonesia adalah negeri kepulauan, negeri yang di kelilingi dengan lautan dan pantai-pantainya yang indah. Bali dengan pantai Kuta, Jogjakarta dengan pantai Parangtritis. Kebumen sebagai kota kabupaten yang sebagian wilayahnya di pesisir pulau Jawa selatan. Kabupaten yang potensi wisatanya sangat besar, sepanjang pantainya, dari Pantai Ayah/Logending sampai Pantai Ambal Mirit menyuguhkan pesona keindahan alam yang tidak kalah dengan pantai – pantai lain di Indonesia.

Salah satu pantai yang sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat sekitar karena keindahannya adalah Pantai Menganti Kebumen, oleh Pemkab Kebumen pantai ini pada tahun 2011 secara resmi dijadikan wisata terbuka dan menjadi tujuan wisata yang tidak boleh ditinggalkan. Pada awal 2011, awal mula Pantai Menganti dibuka untuk umum oleh pemerintah desa setempat. Sebelumnya lokasi ini hanya menjadi tempat pendaratan perahu nelayan. Hanya dikenal oleh masyarakat sekitar Kebumen. Kebumen yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia di bagian selatan memang menjadi salah satu surganya obyek wisata pantai.

Beberapa obyek wisata pantai Kebumen yang sudah terkenal, seperti Pantai Logending, Karangbolong, Petanahan dan Suwuk. Namun, tidak seperti pantai lain yang pasirnya hitam. Pantai Menganti Kebumen memiliki hamparan pasir putih yang memikat. Seperti pasir pantai di kepulauan Belitung. Lokasi Pantai Menganti Kebumen arah ke timur tidak jauh dari Pantai Logending (pantai yang sudah lebih lama dikenal sebagai wisata pantai Kebumen ), pantai yang sebelumnya hanyalah tempat berkumpulnya para nelayan lokal. Rasanya untuk mendiskripsikan keindahan Pantai Menganti Kebumen tidak cukup memuaskan hanya dalam bentuk tulisan, tanpa harus mendatangi dan melihat keindahannya sendiri.

Pantai Menganti namanya, terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Untuk mencapai pantai ini, para pengunjung disaranakan menggunakan motor karena kondisi jalanan yang berbukit dan turun naik gunung. Jalan menuju kesana berkelak kelok, menanjak, dan menurun, yang tak kalah indahnya yaitu dari jalan kita dapat melihat laut yang berada di bawahnya, karena jalan tersebut terletak di atas bukit tepi pantai. Dari Kota Kebumen di perlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan untuk mencapai lokasi ini. Di sepanjang perjalanan kita disuguhi pegunungan yang asri dan udara yang sejuk.

Suasana di Pantai Menganti pun pasti membuat orang yang datang kesana ketagihan. Karena begitu kita sampai di Pantai Menganti kita langsung di sambut air yang sejuk dan bebatuan yang mengelilingi dan lokasinya sangat bagus untuk diabadikan lewat foto. Di sekitar pantai juga banyak perahu nelayan yang semuanya berwarna biru dan tersusun rapi. Untuk menikmati pemandangan yang luar biasa lainnya kita bias naik ke bukit. Disinilah keindahan pemandangan yang luar biasa akan terasakan. Dari atas bukit kita dapat merasakan udara yang sejuk, pemandangan laut dan bukit yang eksotis serta panorama alam yang luar biasa indahnya. Banyaknya karang di sekeliling Pantai Menganti semakin menambah indahnya pantai ini.

Hamparan pasir putih hasil dan keindahan pohon kelapa di pinggir pantai menciptakan nuansa dan pesona nan indah.  Di Pantai Menganti Kebumen, kita juga bisa langsung bertemu para nelayan. Kita bisa membeli ikan segar langsung di tempat pelelangan ikan layaknya kita baru saja menangkap sendiri. Pemandangan lebih indah bisa dilihat jika kita mendaki bukit di sisi timur pantai. Di puncak bukit terdapat Mercusuar. Dari lokasi ini, mata kita otomatisakan di arah untuk melihat seluruh kawasan pantai, dan keindahan akan bukitnya. Setelah resmi dibuka menjadi tempat wisata, rasanya sangat layak untuk dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Dulu, nama pantai ini tidak setenar Pantai Logending (Pantai Ayah), apalagi karena aksesnya cukup sulit. Namun, pada saat saya mengunjunginya, keindahan pantai ini sepertinya memang sulit untuk ditampik. Benar-benar sebuah surga yang tersembunyi! Kenapa tersembunyi? Karena untuk menjangkau pantai ini rutenya memang tidak mudah. Pantai ini berjarak 7 kilometer dengan jalan mendaki dari Pantai Logending. Untuk mencapainya, kita bisa menggunakan sepeda motor, usahakan motor dalam kondisi prima, karena jalanannya terjal dan mendaki dengan sudut-sudut yang lumayan ekstrem.

Tapi jalanannya sudah beraspal bagus, jadi walau medannya sedikit susah, namun sekarang lebih mudah dijangkau dibandingkan bertahun-tahun lalu saat kondisi jalannya belum beraspal. Jalannya yang sempit dan naik turun dengan esktrem menyebabkan Pantai Menganti ini masih sulit untuk dijangkau menggunakan mobil. Begitu mulai menyusuri jalan mendaki dan mulai melihat bentangan pantai dari atas, bersiap-siaplah untuk terpesona. Saat mengunjunginya beberapa saat lalu, entah berapa kali saya turun dari sepeda motor dan menikmati pemandangan pantai dari atas bukit plus mengambil foto tentu saja.

Kalian bisa duduk-duduk sambil memandangi bentangan pantai maha luas di bawah sana sepuas-puasnya. Ah, betah pokoknya dengan pemandangan super indah seperti yang ditawarkan menuju Pantai Menganti. Takjub benar dengan keindahan tersembunyi yang belum banyak dikenal orang ini. Keindahannya berani diadu dengan cantiknya pantai-pantai di Bali. Begitu sampai ke pantainya, kalian bisa menikmati keindahan pantai ini. Ombaknya berdebur menciumi batu-batu karang dengan begitu dahsyat. Gelombang ombaknya yang dahsyat bergelora membuat pantai ini pernah digunakan untuk berselancar. Pasir putihnya masih bersih, bisa dijejaki dengan berjalan kaki menyusuri pantai. Perahu-perahu nelayan berjajar di bibir pantai, menambah nuansa pantai yang eksotis.

Melewatkan senja kemerahan di bentangan pantai yang luas sungguh menjadikan pengalaman jalan-jalan yang mengesankan. Kalian bisa bermalam di sini dengan menyewa atau menginap di rumah penduduk setempat. Daerah wisata ini memang masih baru, belum banyak fasilitas-fasilitas wisata seperti hotel atau penginapan, restoran dan tempat makan. Atau sebagai pilihan lain, kalian bisa menginap di bawah, di sekitar Pantai Logending, yang sudah banyak fasilitas untuk wisatawan. Lalu, kalian tinggal naik ke atas dengan menyewa ojek, ataupun pasti lebih mudah bila membawa sepeda motor sendiri. Jadi, buktikan keindahan surga tersembunyi ini dengan matamu sendiri.

Pesona Keindahan Gunung Rinjani

Bisa berada di puncak Gunung Rinjani merupakan kepuasan sekaligus kebanggaan. Rinjani adalah gunung tertinggi kedua di Nusantara dengan ketinggian 3.726 mdpl. Berada di Pulau Lombok dengan trek pendakian menantang akan terbalas dengan keindahan yang disuguhkan di puncaknya.Pesona Gunung Rinjani memikat wisatawan lokal dan mancanegara. Apa saja keindahan yang bisa ditemukan? Di sekeliling lereng gunung ini tumbuh hutan lebat dengan dihiasi pemandangan indah. Segara Anak terdapat di kawasan Rinjani, danau yang mengandung sulfur ini berada di bawah lereng kawah.

Air yang pasang dari danau ini merupakan gunung api baru bernama Gunung Baru. Gunung ini terbentuk dari erupsi yang terjadi sejak tahun 1990an. Segara Anak adalah tempat spiritual bagi masyarakat setempat. Bahkan masyarakat Bali setiap tahunnya mengunjungi danau ini untuk menggelar upacara pekelan. Penduduk percaya kalau danau ini merupakan tempat suci, sehingga mereka akan mendatanginya setiap malam bulan purnama untuk berdoa.

Taman Nasional Gunung Rinjani membingkai keunikan Gunung Rinjani yang berdiri sejak 1997. Taman ini memiliki luas mencapai 41.330 ha yang menyimpan Garis Wallacea sebagai zona transisi. Di kawasan ini hidup flora dan fauna khas Asia Tengara dan Australia. Pendaki akan melalui rute pendakian selama empat sampai lima hari, dimulai dari Senaru menuju lereng kawah, turun ke kawah danau, kemudian dilanjutkan ke Sembalun Lawang yang populer sebagai tempat penjelajahan paling baik di kawasan Asia Tenggara. Bagi trekker sejati akan melanjutkan petualangan menuju puncak gunung api.

Agar memudahkan pendakian, disarankan untuk selalu mengenakan sepatu boot. Selalu kenakan pakaian hangat, karena saat singgah di lereng kawah angin terbilang kencang dan udaranya sangat dingin. Karena rute yang sulit, mendaki tanpa pemandu berpengalaman tidak direkomendasikan. Sangat penting untuk membawa sleeping bag, kalau tidak membawanya bisa menyewanya. Termasuk menyewa tenda beserta peralatan trekking lain. Biasanya pemandu wisata sudah menyiapkan makanan untuk pendaki sebagai bekal pendakian, tapi Anda juga boleh membawa sendiri makanan favorit. Pendaki bisa membeli bekal makanan di kawasan Senggigi atau Mataram.

Kalau ingin bermalam dengan nyaman, Anda bisa menyewa hotel bertarif terjangkau di kawasan Senaru dan Sembalun. Fasilitas yang disediakan tergantung dari tarif hotel yang dipilih. Bisa juga dengan menyewa rumah warga. Terdapat banyak souvenir atau kerajinan tangan yang bisa dibawa pulang. Berbagai barang yang dimanfaatkan sehari-hari adalah model kerajinan utamanya dengan kreasi yang indah. Penggunaan material lokal dan teknik tradisional menjadikan bentuknya begitu menawan. Kerajinan itu, seperti ukiran-ukiran kuno, kotak, topeng kayu, kain tenunan tradisional, batu gamping dan tembikar. Untuk kain tenun dibuat di daerah Pringgasela, Sade dan Sengkol.

Kawasan Loyok menghasilkan kerajinan berupa guci keramik, keranjang bambu dan patung kayu. Sedangkan tembikar dari tanah liat banyak diproduksi di kawasan Masbagik, Penunjak dan Banyumulek. Daerah Lombok juga ternama sebagai penghasil mutiara yang bisa menjadi souvenir istimewa. Desa Sembalun Lawang dan Senaru adalah dua titik awal pendakian Rinjani. Dari utara Mataram bisa menempuh waktu tiga jam perjalanan untuk sampai di Desa Senaru. Sedangkan dari timur Mataram bisa menuju Desa Sembalun Lawang dengan menempuh waktu empat jam. Untuk sampai di Desa Senaru, Anda bisa memakai angkutan umum menuju Bayan, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki.

Gunung Rinjani memang sangat istimewa, banyak sekali keindahan yang bisa dinikmati oleh pengunjungnya. Tak heran kalau kawasan wisata ini tidak pernah sepi pengunjung. Apa saja keindahan memukau yang menjadi keistimewaan Rinjani? Rinjani menyimpan tiga gua populer yaitu gua manik, gua paying dan gua susu. Gua susu merupakan kawasan sempurna untuk dimanfaatkan sebagai tempat meditasi. Ujung bebatuan di dalam gua selalu meneteskan air. Hawa di dalam gua ini terbilang panas, sehingga selalu ditemukan asap mirip asap dapur.

Tumbuhan local strawberry akan ditemui pendaki saat melakukan pendakian mencapai puncak Rinjani. Tanaman tersebut memiliki duri mirip mawar dan buah berwarna merah mirip dengan buah strawberry. Rasa buah itu sedikit asam dan manis. Buah tersebut bisa disantap untuk menemani perjalanan, sekadar untuk menghilangkan lapar dan dahaga. Pesona Gunung Rinjani memang sangat menakjubkan. Memperkaya khasanah destinasi wisata alam Indonesia yang sangat memukau. Mendaki Rinjani bersama orang-orang tercinta menjadi pengalaman dan petualangan yang berkesan, seru dan menyenangkan.

Detinasi Wisata Menarik di Bogor

Tak perlu jauh-jauh ke pelosok luar negeri untuk bisa menikmati akhir pekan dan mencoba sensasi lain liburan Anda. Coba sesekali pergi ke Bogor! Bogor menyimpan sisi unik yang membuatnya betah untuk ditinggali dan dikunjungi. Meski Jaraknya hanya beberapa kilometer dari Ibu Kota namun bogor memiliki atmosfer kota yang begitu berbeda, menyejukan dan  tidak sepengap tetangganya, Jakarta.

Bogor tengah menggeliat dan berkembang pesat, sehingga membuatnya sedikit semerawut. Namun Kota yang berlambangkan gunung Salak dan kujang ini tetap menyimpan selaksa keunikan, keanggunan dan kemegahan yang sayang untuk dilewatkan. Saya bersama dua  kawan penggemar urban and cultural -traveling, satu kawan penggemar outdoor-traveling dan satu kawan lagi penggila culinary-traveling berkolaborasi untuk menjajaki jengkal-demi jengkal kota yang dijuluki de Reganstad ini. Bogor si Kota Hujan!

Destinasi pertama adalah museum Zoologi. Museum yang menyimpan ratusan koleksi awetan hewan mulai dari Insecta hingga mamalia ini terletak di dalam kawasan Kebun Raya Bogor.  Museum ini dikelola oleh Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi-LIPI dan pertama kali didirikan oleh seorang Ilmuwan berkebangsaan Jerman J. C. Koningsberger. Museum yang awalnya  bernama Zoologisch Museum en Laboratorium ini memiliki 24 ruangan koleksi dan baru ditempati pada 1997, dengan pembangunan yang didanai dari dana hibah Bank Dunia dan Jepang.

Saat memasuki ruangan museum, pengunjung akan dibuat terpukau dengan konstruksi kerangka ikan paus biru yang menutupi atap museum dan terbentang sepanjang 25 m. Paus biru ini ditemukan di Pameungpeuk, Jawa Barat kemudian kerangkanya dibawa ke Bogor untuk diteliti. Ruangan selanjutnya adalah ruangan Insecta dan Ikan disebelah kiri dan mamalia serta burung sayap kanan ruangan. Keelokan satwa asli Indonesia bisa kita lihat seolah-olah dalam keadaan hidup di museum ini.

Dari segi fasilitas dan perlengkapan museum, museum zoologi belum bisa dikatakan baik, beberapa lemari tempat penyimpanan koleksi terlihat usang dan rusak, selain itu tata ruang seperti penyinaran dan alur jalan museum belum dikelola dengan baik. Beberapa label sudah tidak terbaca bahkan ada beberapa koleksi tanpa lebel. Tempat se-keren ini sayang untuk tidak dikembangkan. Jika boleh dibandingkan dengan museum satwa di Malang, museum ini masih ketinggalan. Semoga museum penting ini bisa dikembangkan lebih baik dan lebih modern lagi agar benar-benar bisa dijadikan pusat pengetahuan Zoologi Indonesia bahkan Asia.

Traveling tidak akan hidup tanpa wisata kuliner, kita belum sampai di suatu daerah sebelum mencicipi kulinernya. Soto mungkin menjadi salah satu penganan populer di Bogor, bahkan di Indonesia. Salah satu spesies soto yang terkenal di Bogor adalah soto kuning. Dinamakan soto kuning, ya karena warnanya memang kuning. Tak ada yang berbeda dengan soto lain, berkuah dan berdaging, seperti soto biasa, perbedaan mendasar hanya pada masalah warna.

Namun keistimewaan soto kuning H Yusuf di Jl Taman Kencana tak hanya perkara warna. Soto H Yusuf memberikan cita rasa lain, aroma rempah dan asamnya tomat segar dipadukan dengan irisan jeruk nipis membuat sensasi  yang berbeda di lidah. Irisan kecil kikil dan paru membuat tekstur yang unik untuk digigit. Kuahnya mungkin mnegandung kaldu, sehingga terjadi perkawinan antara rempah dan aroma daging yang khas. Pengalaman makan soto yang jarang untuk bisa dirasakan. Dengan harga yang cukup murah, soto H Yusuf sangat patut untuk dicoba ketika Anda berada di sana.

Jika soto Kuning terlalu membuat Anda kenyang. Tenang, Bogor punya penganan ringan lain yang sayang untuk tidak dicicipi. Toge goreng! makanan ringan khas Bogor dan sebagian daerah Betawi ini begitu bergizi dan menyuburkan. Di sepanjang area Jl Kapten Muslihat, pengunjung tidak akan sulit menemukan penjual toge goreng. Toge segar dan mie kuning ditumis di datas wajan kemudian di-dressing dengan bumbu kacang dikombinasikan dengan tauco yang gurih. (seharusnya) Dicampur dengan beberapa potong tahu dan di-ornamen-i dengan beberapa keping kerupuk. Asin, manis pedas dan gurih mendominasi rasa panganan ini. Satu porsi rata-rata hanya seharga Rp10ribu dan Anda sudah bisa memakan Toge goreng hangat yang kaya vitamin dan mineral.

Anda mungkin sudah pernah menjajal es sekoteng. Es sekoteng ini memang menjadi salah satu jenis kuliner khas Jawa Barat. Jika sedang berada di Bogor, cobalah untuk mencicipi es sekoteng Boper. Boper adalah singkatan dari Bogor Permai, tempat di mana jajanan kuliner ini berada. Di tempat ini, Anda akan disuguhi hidangan es sekoteng yang terbuat dari campuran kelapa muda, sekoteng, dan alpukat. Sungguh nikmat di lidah tatkala campuran tersebut dipadukan dengan serutan es, gula cair, dan susu kental manis.

Mau yang unik? Anda bisa coba menu Cungkring. Cungkring adalah salah satu jenis kuliner yang tergolong unik. Makanan ini terbuat dari kikil dan kepala kambing, disajikan dengan kuah dan sambal kacang. Lazimnya, Cungkring ini nikmat jika disantap dengan lontong. Anda akan menjumpai makanan kuliner Bogor ini dijajakan dengan menggunakan gerobak panggul, jika Anda sedang di bogor datangi saja ke Jln. Surya Kencana Bogor. Tentu saja, biaya kuliner ini murah alias sangat terjangkau bagi saku kebanyakan orang.

Berwisata ke Chiang Mai, Kota Seribu Kuil

Chiang Mai merupakan salah satu kota tujuan wisata di Thailand, bisa dinimati dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan akan ditemukan kuil-kuil yang berdekatan. Chiang Mai adalah kota di Thailand yang paling banyak memiliki kuil Buddha. Hampir di setiap sudut kota ini, ditemukan tempat peribadatan umat Buddha tersebut. Ada lebih dari 300 kuil di Chiang Mai dan sekitarnya, dengan selusin arsitektur dengan jarak berdekatan di dalam kotanya. Kuil Buddha di Chiang Mai menunjukkan campuran gaya arsitek campuran Burma, Sri Lanka dan Thailand yang mencerminkan warisan bervariasi dari Thailand Utara.
Chiang Mai juga kota untuk pejalan kaki.

Hampir sebagian besar wisatawan di sana menikmati keindahan pusat kota dengan berjalan kaki. Kota yang sepi tanpa polusi, sangat cocok untuk wisata keluarga menyusuri jalan-jalan dengan santai. Tidak ada hiruk pikuk kemacetan lalu lintas sebagaimana kota Bangkok. Selain itu, Chiang Mai terkenal dengan julukan kota mawar yang dikelilingi pegunungan berhawa sejuk, nyaman dan merupakan satu tujuan wisata paling menarik di Thailand bagian utara. Chiang Mai adalah kawasan kota tua yang dikelilingi tembok berwarna merah bata. Kalau diamati, pusat kota Chiang Mai adalah Wat Chedi Luang, yakni sebuah kompleks kuil Buddha yang bisa diibaratkan sebagai nol kilometernya Chiang Mai.

Kota Chiang Mai ternyata bersumbu di sebuah kuil Buddha. Ini menunjukkan bahwa agama Buddha sudah menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan masyarakat Chiang Mai sejak berabad-abad lalu.Tidak heran di kota yang tentram ini banyak dijumpai para biksu yang sedang memperdalam agamanya. Pagoda utama di kompleks Wat Chedi Luang memiliki ketinggian 86 meter, pernah menjadi bangunan tertinggi di Chiang Mai selama lebih dari 500 tahun. Akibat gempa bumi, pagoda ini sempat runtuh namun sekarang sudah direstorasi. Wat Chedi Luangini awalnya dibangun pada tahun 1401 atas perintah Raja Saeng Muang Ma.

Tidak jauh dari Wat Chedi Luang, terdapat kompleks kuil lain yang tak kalah menarik. Kuil atau vihara itu disebut Wat Pan Thao. Berbeda dengan kuil-kuil lain yang biasanya didominasi warna emas, bangunan Wat Pan Thao terbuat dari kayu jati yang menampakkan warna aslinya. Bagian dalam kuil ini dihiasi dengan patung-patung Buddha serta sejumlah barang-barang keramik kuno. Kuil lain di tengah kota tua Chiangmai yang sempat saya singgahi adalah Wat Prasingh di Singharat Road, dan merupakan salah satu kuil yang sangat terbuka bagi wisatawan. Wisatawan bisa menikmati kemegahan dekorasi kuil, menyaksikan para biksu menjalani ritual berdoa dan makan bersama.

Di kuil yang dibangun pada 1345 tersebut terdapat patung Buddha besar yang menjadi daya tarik utama sebagai tempat berdoa bagi umat Buddha. Disini para biksu menerima wisatawan untuk berkonsultasi mulai masalah spiritual, psikologi, sampai yang terkait dengan budaya Thailand secara gratis. Chiang Mai terletak sekitar 700 kilometer di utara kota Bangkok. Setiap hari ada pilihan kereta api yang melayani jurusan ke Chiang Mai dari stasiun Hualamphong, Bangkok. Selain itu, bus malam antar kota yang melayani trayek ke Chiang Mai hanya dengan ongkos 400 Baht. Kalau ingin menggunakan pesawat terbang hanya satu jam dari Bangkok. Saya mencoba naik bus malam memakan waktu 10 jam perjalanan.

Riwayat Chiang Mai bermula lebih dari 700 tahun lalu, ketika Raja Mengrai mendirikan kota ini pada tahun 1296 sebagai ibukota kerajaan Lanna. Wilayah kota tua Chiang Mai dikelilingi oleh tembok tinggi dan kanal-kanal. Saat ini hanya sebagian kecil saja tembok itu yang masih utuh. Wilayah kota tua yang berada di dalam tembok ini menyimpan pesona paling unik yang dimiliki Chiang Mai. Belum ke Chiang Mai namanya kalau Anda tidak mengunjungi Wat Doi Suthep, yakni kompleks kuil yang terletak di perbukitan, sekitar 15 kilometer dari pusat kota Chiang Mai. Wat Doi Suthep ini dianggap sangat suci oleh umat Buddha. Peziarah yang datang tidak hanya dari Thailand, tetapi juga dari negara-negara tetangga seperti Burma dan Laos.

Meskipun masih aktif digunakan sebagai tempat berdoa, Wat Doi Suthep terbuka untuk umum. Bukan hanya untuk penganut Buddha saja. Kuil di lereng Pegunungan Doi Suthep itu merupakan salah satu kuil terindah dan paling ramai dikunjungi wisatawan. Karena letaknya di pegunungan, saat cuaca cerah orang bisa melihat kota Chiang Mai dari ketinggian. Kuil adalah tempat suci agama Buddha yang memiliki nilai budaya yang mendalam bagi penduduk setempat. Disarankan melakukan traveling di Chiang Mai yang merupakan kota kuil harus menunjukan rasa hormat dengan mengenakan pakaian yang sopan yaitu celana panjang untuk laki-laki dan rok panjang bagi perempuan dengan baju atasan yang sopan menutup dada.

Karena kuil-kuil dan bangunan di Chiang Mai sebagian besar adalah pusat pendidikan biksu agama Buddha, Anda harus melepas sepatu sebelum memasukinya. Tidak ada masalah untuk menggambil foto gambar Buddha atau biksu dan pendudkuk setempat yang sedang berdoa, asalkan dilakukan dengan sopan dan minta izin terlebih dahulu. Bagi yang mempunyai hobi berbelanja, di malam hari merupakan saat yang tepat untuk berburu suvenir dengan mendatangi “Chiang Mai Night Bazaar”. Tempat ini suasananya seperti pasar kaget di Jakarta. Bagi wisatawan asing terutama banyak yang berasal asal Eropa, tempat ini adalah salah satu atraksi malam hari yang harus dikunjungi. Karena semua suvenir dan kain khas Thailand banyak dijual disini.

Disini harus tawar menawar harga sebelum memutuskan membeli. Hampir semua produk khas Thailand seperti oleh-oleh, suvernir, kaus, kain dan koper ada di sini. Harganya pun terjangkau. Kaus bergambar Thailand berkualitas sedang bisa diperoleh dengan harga 200 Baht atau sekitar Rp.70.000,-. Tempat lain untuk berbelanja adalah “The Anusan Market”. Dipenuhi dengan meja-meja pedagang yang menjual topi rajutan, ukiran, kain, dan suvenir. Untuk makan malam model pujasera, ada juga di dalam pasar yaitu “Anusan Food Centre”. Anusan Market adalah salah satu bagian dari pasar malam Chiang Mai yang letaknya di belakang gedung-gedung dan hotel bertingkat. Meski tersembunyi, umumnya wisatawan tak melewatkan mengunjungi pasar malam yang buka mulai pukul 18.00 hingga pukul 24.00 waktu setempat.

Mereka berjualan seperti kaki lima dengan lapak-lapak sederhana dengan mudah dipindahkan saat jam dagang usai. Walaupun seperti kaki lima, pasar malam ini sangat bersih dan rapi, Kualitas barang yang dijual terjamin mutunya, dan sebagian besar adalah hasil kerajinan tangan rakyat Chiang Mai. Tak heran jika setiap malam selalu ramai pengunjung dari turis mancanegara. Untuk menginap di Chiang Mai, ada hotel mulai hostel backpacker sampai hotel berbintang lima semuanya tersedia. Kota yang sepi ini sangat siap dengan wisatawan asing. Hostel backpacker yang disukai wisatawan muda jenis backapackers dari Eropa adalah “Baan Kunt Hostel”, karena tempatnya strategis lokasinya tepat di tengah kota dan kamarnya bersih.